Kamis, 30 April 2020

Kelas III (Tiga) Makanan Bergizi dan Jajanan Sehat Bagian I

A. Pentingnya Makanan Bergizi bagi Tubuh

     Tubuh membutuhkan makanan yang bergizi. Setiap hari kita melakukan aktivitas fisik dan pikiran. Oleh karena itu, kita membutuhkan makanan dan minuman sebagai sumber energi atau tenaga. Jika kamu kurang gizi maka tubuh dapat berakibat sebagai berikut :
  • Memperlambat gerak saat olahraga atau beraktivitas
  • Memperlambat proses berpikir
  • Tubuh cenderung kurus
     Selain berolahraga dan istirahat yang cukup, Asupan makanan juga perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan. Makanan adalah sumber tenaga untuk beraktivitas. Selain itu, makanan juga berguna untuk pertumbuhan kita. Dengan makanan yang cukup, kita dapat melakukan aktivitas sehari - hari dengan lancar.
  • Zat Tenaga berguna untuk membantu aktivitasmu untuk bergerak lebih kuat. Zat makanan sebagai sumber tenaga. Contohnya adalah ↓
  • Zat Pengatur berguna untuk mengatur pencernaan dalam mengolah makanan sehingga buang air kecil dan air besar menjadi lancar. Tubuh memerlukan air, vitamin, sayuran dan buah buahan
  • Zat Pembangun sangat bermanfaat untuk pertumbuhan dan mengganti sel - sel tubuhmu yang rusak. Mengapa sel tubuhmu bisa rusak ? Sel tubuhmu dapat rusak akibat dari sakit, cidera atau kulit tergores sesuatu. Makanan sumber zat pembangun terbagi menjadi dua yaitu :
  1. Nabati merupakan sumber makanan yang berasal dari tumbuh - tumbuhan. Seperti : Kacang hijau, Kacang tanah, Kacang merah dan Kacang kedelai 
  2. Hewani merupakan sumber makanan yang berasal dari hewan. Seperti : Daging Ayam, Ikan, Udang, Hati, Keju, Susu dan Telur

Makanan yang memenuhi semua zat yang dibutuhkan tubuh dinamakan "Makanan Empat Sehat Lima Sempurna"


 WAKTUNYA QUIZ 😎 Jangan lupa menuliskan NAMA LENGKAP DAN KELAS 😆



  1. Amati gambar makanan dan minuman diatas ! 
  2. Makanan dan Minuman mana sajakah yang termasuk dalam :
  • Zat Tenaga (3 Contoh)
  • Zat Pengatur (3 Contoh)
  • Zat Pembangun (3 Contoh)

Kelas VI (Enam) Pemeliharaan Kebersihan Alat Reproduksi Bagian II

B. Pentingnya Memelihara Kebersihan Alat Reproduksi




Kebersihan merupakan salah satu tanda kesehatan, Misalnya pada lingkungan yang sehat ditandai dengan kebersihan lingkungan tersebut. Begitu juga dengan kebersihan diri, kita harus mengupayakan kebersihan diri agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat. 

Kamu tentu sudah paham tentang masa pubertas, Ketika memasuki masa pubertas, kamu harus lebih memperhatikan kebersihan tubuh, termasuk kebersihan alat reproduksi. Menerapkan budaya hidup sehat merupakan hal yang harus dilakukan semua orang untuk menjaga kesehatan pribadinya. Salah satu kebiasaan yang harus kita lakukan dalam kehidupan sehari - hari adalah menjaga kebersihan, baik kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan. kebersihan diri meliputi pakaian dan kebersihan anggota - anggota tubuh seperti kebersihan tangan dan kaki, badan, kepala, gigi, mata, hidung, telinga dan kebersihan alat reproduksi. 


Salah satu hal yang dapat kita lakukan dalam upaya menjaga kebersihan diri adalah dengan cara mandi bersih secara teratur dan menjaga kebersihan pakaian. Selain itu dapat juga dilakukan dengan cara mengganti pakaian secara teratur termasuk pakaian dalam (Contoh : Sepulang sekolah Ian selalu teratur membersihkan badan dan berganti pakaian). 

 
Hal lain yang dilakukan dalam menerapkan pola hidup sehat adalah menjaga pola makan dan tidak mengkonsumsi zat makanan yang membahayakan tubuh. Selain itu, beristirahat yang cukup dan berolahraga secara teratur sehingga mendukung kesehatan secara menyeluruh. 


Salah satu penyebab penyakit adalah kotor. Lingkungan yang kotor dapat mendatangkan berbagai bakteri yang ada sehingga menimbulkan penyakit berbahaya. Begitu juga pada tubuh kita. Jika tubuh dibiarkan dalam keadaan kotor, hal tersebut dapat mendatangkan berbagai penyakit yang mebahayakan tubuh. Misalnya ketika melakukan aktivitas fisik, tubuh mengeluarkan banyak keringat,  jika keringat tersebut tidak dibersihkan, bakteri akan menempel pada kulit dan dapat mendatangkan penyakit. Bagian tubuh yang paling mudah berkeringat dan rawan menjadi tempat bakteri adalah daerah lipatan - lipatan kulit seperti ketiak, lipatan lutut, dan daerah sekitar alat reproduksi.

Cara Menjaga dan Memelihara Alat Reproduksi: 
  • Mandi dua kali sehari
  • Bersihkan alat reproduksi dengan air bersih. Air bersih dapat dikenali dengan melihat tanda- tanda berikut : Air tidak keruh (harus jernih) kekeruhan ditimbulkan oleh berbagai hal misalnya pencemaran air ataupun oleh zat - zat yang terlarut dalam air tersebut, Air tidak berbau (bau pada air ditimbulkan oleh berbagai hal seperti pembusukan bakteri atautercemar zat - zat lain), Air tidak berasa (air yang bersih tidak memiliki rasa, rasa ditimbulkan oleh bakteri atau zat lainnya yang terlarut dalam air tersebut)
  • Gunakan sabun yang lembut. Bagi anak perempuan, cara membasuh yang benar adalah dari arah depan ke belakang. Hal ini akan mencegah masuknya kuman - kuman penyakit ke saluran reproduksi.
  • Gantilah celana dalam (CD) sehabis mandi dan saat terasa gatal. Celana harus bersih dan kering (tidak lembab). Pilihlah celana dalam yang berbahan katun karena mudah menyerap keringat.
  • Jika alat reproduksi terasa gatal, jangan digaruk terus menerus. Bersihkan dengan air hangat atau air bersih, kemudian dilap dengan handuk kering.
  • Anak perempuan yang sedang menstruasi, pilihlah pembalut yang mudah menyerap dan lembut. Gantilah pembalut secara teratur setiap 4 jam sekali atau saat merasa tidak nyaman. Bersihkan alat reproduksi sebelum mengganti pembalut.
  • Cucilah tangan sebelum dan sesudah buang air kecil dan besar. Kotoran sisa yang menempel setelah buang air besar atau kecil dapat menyebabkan iritasi dan infeksi.
  • Hindari penggunaan sabun antiseptik untuk menghilangkan bau di sekitar alat reproduksi. Hal tersebut dapat membunuh "kuman baik" yang berfungsi menjaga kesehatan alat reproduksi. Apabila "kuman baik" mati, jamur dan kuman jahat akan berkembang biak dan menyebabkan penyakit.
  • Apabila menggunakan toilet umum (WC), siramlah toilet sebelum digunakan. Hal ini untuk menjaga kebersihan dan mencegah penularan penyakit. Sebaiknya gunakan air mengalir, Hindari penggunaan air dari bak atau ember untuk menghindari kuman penyakit.
  • Hindari penggunaan celana dalam (CD) yang ketat. Penggunaan Celana dalam yang ketat menyebabkan permukaan kulit alat reproduksi mudah lembab dan berkeringat sehingga mudah terkena jamur dan teriritasi.
  • Hindari kebiasaan menahan buang air kecil. Kebiasaan ini dapat menyebabkan penyakit pada alat reproduksi.
  • Hindari bertukar pakaian dalam dan handuk dnegan orang lain (Orang tua, kakak, adik, teman) karena berpotensi menularkan penyakit.
  • Berolahraga secara teratur (pagi atau sore) dan minumlah air putih yang cukup (8 gelas per hari, karena 60% tubuh memerlukan cairan) untuk menjaga kebugaran tubuhmu.
  • Hindari mengkonsumsi makanan dengan garam tinggi karena dapat menyebabkan perasaan tertekan yang akan berdampak negatif untuk alat reproduksi.
Alat reproduksi sangat sensitif. Jika kotor atau lembab, alat reproduksi mudah terkena penyakit. Oleh karena itu, kamu harus selalu menjaga agar alat reproduksi selalu bersih dan sehat.

QUIZ KELAS V (Lima) Materi : Penyakit Menular dan Penyakit tidak Menular


JANGAN LUPA MENULISKAN NAMA LENGKAP DAN KELAS 😊

  1. Penyakit terbagi atas dua jenis yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular. Jelaskan perbedaan penyakit menular dan penyakit tidak menular !
  2. Kita sedang dihadapkan oleh salah satu penyakit menular yang sedang melanda seluruh dunia yaitu corona. Bagaimana cara agar kita dapat terhindar dari penakit ini ?
  3. Penyakit tidak menular disebabkan oleh lemahnya fungsi organ tubuh bisa juga karena faktor keturunan. Sebutkan contoh 2 penyakit tidak menular !
  4. Penyakit menular dapat ditularkan dengan dua cara yaitu secara langsung dan secara tidak langsung. Bagaimanakah penularan penyakit menular secara tidak langsung ?
  5. Bagaimana cara agar kita dapat terhindar dari penyakit menular dan tidak menular ?

Jumat, 17 April 2020

Kelas III (Tiga) MENJAGA KESEHATAN

KEBUTUHAN ISTIRAHAT

 


     Tuhan telah memberikan kita tubuh yang sehat, Anugerah sehat ini harus kita syukuri. Salah satu caranya adalah dengan menjaga kesehatan tubuh. Selain dengan berolahraga, menjaga kesehatan juga dapat dilakukan dengan memberikan istirahat yang cukup bagi tubuh kita.

      Istirahat dapat diartikan berhenti sebentar dari kegiatan untuk melepaskan lelah. Istirahat merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Tubuh kita membutuhkan istirahat. Tubuh kita tidak dapat bekerja terus menerus tanpa henti. Berikut adalah hal  hal yang dapat dilakukan ketika beristirahat.

A. Istirahat di Siang Hari

     Setelah belajar di sekolah, kita perlu istirahat di rumah. Membaca buku cerita, bermain game, atau tidur siang juga adalah contoh kegiatan istirahat. Namun, kamu harus ingat, jangan terlalu lama bermain game atau menonton TV. Cukup seperlunya saja sampai rasa lelahmu hilang.

B. Istirahat di Malam Hari

   Waktu di malam hari dapat dimanfaatkan untuk istirahat sambil menonton TV. Menonton TV dapat dilakukan setelah belajar. Akan tetapi, kamu jangan terlalu lama menonton TV, selain mengganggu waktu istirahatmu terlalu lama menonton TV juga tidak baik bagi kesehatan tubuhmu. Kemudian pilihlah acara TV yang bermanfaat dan menambah pengetahuan.



       Setelah menonton TV kita dapat langsung tidur supaya ketika kita bangun di pagi hari, tubuh kita terasa sehat dan bugar. Dengan tubuh yang segar, kita akan siap melakukan kegiatan kita di siang hari. Sebaiknya tidur dimulai pukul 21.00 WIB karena jika kamu tidur jam 21.00 dan bangun jam 05.00 pagi WIB, maka jumlah jam tidurmu adalah 8 jam. Jika kamu tidur selama 8 jam, artinya kamu sudah memenuhi kebutuhan waktu tidurmu sesuai aturan kesehatan.



Jika kamu sudah memenuhi kebutuhan istirahatmu, banyak manfaat yang kamu peroleh, seperti :
  • Kondisi tubuh kembali segar dan bugar 
  • Membantu pertumbuhan badan
  • Mempertajam ingatan dan membuat suasana hati menjadi tenang dan gembira

WAKTUNYA ↓ Jangan Lupa Tulis Nama Lengkap 😀


QUIZ : 
  1. Setiap manusia membutuhkan istirahat. Apa itu istirahat ?
  2. Salah satu kegiatan istirahat yang dapat dilakukan di siang hari adalah dengan bermain game di handphone. Namun kenapa kita tidak boleh bermain game terlalu lama ?
  3. Berapa lamakah waktu yang kita butuhkan untuk tidur di malam hari ?
  4. Bagaimana cara agar kita tidur dengan nyenyak?

Senin, 13 April 2020

Kelas VI (Enam) Pemeliharaan Kebersihan Alat Reproduksi Bagian I

A. Masa Pubertas


Manusia mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran. Pertumbuhan merupakan perubahan yang tidak dapat terjadi lagi. perkembangan adalah proses perubahan organ tubuh dan fungsinya menuju kedewasaan.

Masa pubertas terjadi antara usia 8 sampai 15 tahun, namun beberapa anak mengalami masa pubertas lebih awal atau disebut juga dengan pubertas dini. Masa pubertas dialami anak laki - laki dan anak perempuan. Pubertas pada anak laki - laki lebih lambat dari anak perempuan. seorang anak dikatakan mengalami pubertas dini apabila ia mengalami ciri - ciri masa pubertas lebih awal sebelum memasuki usia pubertas. Hal ini merupakan pertumbuhan tidak normal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik dan mental pada masa mendatang. salah satu penyebab pubertas dini adalah obesitas atau kegemukan. Oleh karena itu, jagalah berat badanmu. jangan terlalu gemuk dan jangan terlalu kurus karena akan membuat pertumbuhan badanmu terhambat. Jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

Masa pubertas terdiri atas tiga tahapan sebagai berikut :
  1. Prapubertas adalah periode sekitar 2 tahun, ketika anak pertama kali mengalami perubahan fisik yang menandakan kematangan alat reproduksi 
  2. Pubertas merupakan titik pencapaian kematangan alat reproduksi 
  3. Pascapubertas merupakan periode 1 sampai 2 tahun setelah pubertas, ada perbedaan ciri - ciri fisik antara anak lak - laki dan anak perempuan pada masa pubertas
Ciri - ciri fisik anak laki- laki pada masa pubertas antara lain :
  1. Tumbuh kumis dan rambut di beberapa bagian tubuh 
  2. Tumbuh jakun 
  3. Suara membesar 
  4. Badan tumbuh tinggi, besar dan otot mulai menguat

Ciri - ciri fisik anak perempuan pada masa pubertas, antara lain :
  1. Mengalami Menstruasi
  2. Pinggul dan dada membesar
  3. Tumbuh rambut di beberapa bagian tubuh
  4. Suara dengan nada tinggi
  5. Pertambahan berat badan, namun kecepatan pertambahan tinggi badan mulai menurun
  6. Kulit menjadi lebih halus
Semua anak pasti akan mengalami masa pubertas. Masa pubertas merupakan masa awal untuk menjadi orang dewasa. Pubertas juga diartikan sebagai masa transisi dari anak - anak ke dewasa. Pubertas merupakan fase perkembangan fisik pada tubuh manusia. Pada masa pubertas ini, anak laki - laki maupun perempuan mulai rawan. Artinya kamu akan selalu mencari tahu tentang dirimu dan orang lain, bahkan termasuk lawan jenis. 

Oleh karena itu, ketika menginjak masa pubertas, kamu harus berhati - hati dalam berteman. Bertemanlah dengan baik dan tetap memperhatikan norma - norma sosial yang ada di lingkunganmu. kamu juga harus memilih teman yang baik, jangan mudah meniru orang lain. Lakukan kegiatan - kegiatan yang positif seperti berolahraga. Jangan lupa untuk selalu beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kamu juga harus selalu berkomunikasi dengan orang tuamu. Ceritakanlah semua masalah yang kamu hadapi kepada kedua orang tuamu. Orang tuamu tentu akan selalu mendampingimu.


Sekian 👊

Jumat, 10 April 2020

Kelas V (Lima) PENYAKIT MENULAR

PENYAKIT MENULAR 

 



Secara umum penyakit terdiri atas dua jenis yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular. Penyakit menular merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, parasit dan jamur. Penyakit menular merupakan suatu penyakit yang dapat berpindah dari satu orang kepada orang lain. Penyakit menular dapat berpindah secara langsung maupun tidak langsung. Artinya, Penyakit dapat menular kepada orang lain seara langsung maupun melalui perantara (tidak langsung).

Dalam kehidupan sehari hari, kita harus mewaspadai penularan penyakit ini. Semua orang beresiko tertular penyakit menular. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui cara memelihara diri agar terhindar dari penyakit menular.

Penyakit dapat menular dengan berbagai cara. Cara tersebut harus kita ketahui agar lebih waspada dan dapat memelihara diri supaya tidak tertular. Secara umum, penyakit menular dengan cara sebagai berikut :
  1. Penularan Langsung merupakan cara penularan karena kontak langsung antara penderita dengan orang yang tertular. Umumnya terjadi melalui sentuhan, gigitan, bersin, batuk, ludah dan sebagainya. Contohnya, virus dari seorang penderita TBC dapat masuk ke tubuh seseorang melalui batuk, air liur penderita TBC akan beterbangan dan terhirup oleh orang lain. Hal demikian terjadi juga pada orang yang sedang batuk. Oleh karena itu, ketika batuk sebaiknya ditutup dengan sapu tangan agar tidak menular terhadap orang lain.
  2. Penularan Tidak Langsung dapat terjadi melalui dua cara yaitu melalui alat dan melalui hewan pembawa penyakit. Penularan melalui alat terjadi, misalnya, melalui mainan, sapu tangan, handuk, kain kotor, tempat tidur, alat makan dan makanan. Sementara itu, penularan melalui hewan dapat terjadi melalui nyamuk, lalat dan hewan lainnya. Contoh penularan tidak langsung terjadi ketika sembarangan menggunakan sapu tangan orang lain. Padahal, sapu tangan tersebut telah mangandung bibit penyakit karena dipakai oleh penderita batuk. tanpa disadari, penyakit tersebut menular melalui sapu tangan.

Cara memelihara diri dari penyakit menular 
Secara umum, memelihara diri dari penyakit menular dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut 😊

  • Menerapkan Budaya Hidup Sehat 

Budaya hidup sehat meliputi : makanan, kebersihan, dan pergaulan. Seseorang yang menerapkan budaya hidup sehat akan senantiasa menjaga asupan makanan. Makanan harus bersih dan bergizi agar kebutuhan energi terpenuhi. Selain itu menjaga kebersihan, baik kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan. Kemudian dalam pergaulan juga senantiasa bergaul dalam pergaulan yang positif.
  • Meningkatkan Derajat Kesehatan Tubuh

Derajat kesehatan yang tinggi memaksimalkan sistem kekebalan tubuh. Artinya seseorang yang memiliki derajat kesehatan yang tinggi, mempunyai kekebalan tubuh yang baik. Kekebalan tubuh yang baik dapat mengurangi resiko tertular penyakit menular. Hal tersebut terjadi karena sistem kekebalan tubuh mampu mengalahkan bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Lakukan olahraga teratur agar terhindar dari penyakit menular.

  • Mendapatkan Vaksinasi / Imunisasi

Vaksinasi atau imunisasi merupakan cara pencegahan penyakit menular.


Jenis Penyakit Menular

  • Influenza atau lebih dikenal dengan "flu" disebabkan oleh virus. Tanda - tanda seseorang terkena flu adalah sakit tenggorokan, badan pegal - pegal, hilang nafsu makan, demam, batuk - batuk dan sakit kepala. Cara pencegahan agar tidak menular ke orang lain yaitu dengan menggunakan masker. Selain itu dapat dicegah dengan makan teratur, istirahat, cukup minum air putih, dan berolahraga teratur. 


  • Muntaber disebabkan oleh bakteri "Protozoa". Tanda - tanda seseorang terkena muntaber adalah sakit perut, kembung, mual dan muntah - muntah, demam tinggi, kepala pusing, tidak nafsu makan, lemas, dan sering buang air besar. Penularan secara langsung terjadi melalui cairan dari mulut penderita. Sementara itu, penularan tidak langsung terjadi melalui sisa kotoran yang menyebar di air. Menjaga diri dari penyakt muntaber dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan makanan, kebersihan peralatan makan dan kebersihan lingkungan. Selain itu, membiasakan mencuci tangan sebelum dan setelah keluar dari WC.

  • Tifus disebabkan oleh bakteri "Salmonella". Tanda - tanda seseorang terkena tifus adalah demam dengan suhu naik secara bertahap hingga membuat penderita menggigil (Demam biasa terjadi di malam hari kemudian mereda dan kembali terjadi pada malam berikutnya), sakit di bagian perut, denyut jantung menurun dan hilang nafsu makan. Penularan dapat terjadi melalui lalat yang membawa bakteri tersebut kemudian hinggap di makanan atau alat makan. Cara pencegahan adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan, rumah dan makanan, mencuci tangan secara teratur, hindari jajanan di pinggir jalan dan olahraga secara teratur.