B. Pentingnya Memelihara Kebersihan Alat Reproduksi
Kebersihan merupakan salah satu tanda kesehatan, Misalnya pada lingkungan yang sehat ditandai dengan kebersihan lingkungan tersebut. Begitu juga dengan kebersihan diri, kita harus mengupayakan kebersihan diri agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat.
Kamu tentu sudah paham tentang masa pubertas, Ketika memasuki masa pubertas, kamu harus lebih memperhatikan kebersihan tubuh, termasuk kebersihan alat reproduksi. Menerapkan budaya hidup sehat merupakan hal yang harus dilakukan semua orang untuk menjaga kesehatan pribadinya. Salah satu kebiasaan yang harus kita lakukan dalam kehidupan sehari - hari adalah menjaga kebersihan, baik kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan. kebersihan diri meliputi pakaian dan kebersihan anggota - anggota tubuh seperti kebersihan tangan dan kaki, badan, kepala, gigi, mata, hidung, telinga dan kebersihan alat reproduksi.
Salah satu hal yang dapat kita lakukan dalam upaya menjaga kebersihan diri adalah dengan cara mandi bersih secara teratur dan menjaga kebersihan pakaian. Selain itu dapat juga dilakukan dengan cara mengganti pakaian secara teratur termasuk pakaian dalam (Contoh : Sepulang sekolah Ian selalu teratur membersihkan badan dan berganti pakaian).
Hal lain yang dilakukan dalam menerapkan pola hidup sehat adalah menjaga pola makan dan tidak mengkonsumsi zat makanan yang membahayakan tubuh. Selain itu, beristirahat yang cukup dan berolahraga secara teratur sehingga mendukung kesehatan secara menyeluruh.
Salah satu penyebab penyakit adalah kotor. Lingkungan yang kotor dapat mendatangkan berbagai bakteri yang ada sehingga menimbulkan penyakit berbahaya. Begitu juga pada tubuh kita. Jika tubuh dibiarkan dalam keadaan kotor, hal tersebut dapat mendatangkan berbagai penyakit yang mebahayakan tubuh. Misalnya ketika melakukan aktivitas fisik, tubuh mengeluarkan banyak keringat, jika keringat tersebut tidak dibersihkan, bakteri akan menempel pada kulit dan dapat mendatangkan penyakit. Bagian tubuh yang paling mudah berkeringat dan rawan menjadi tempat bakteri adalah daerah lipatan - lipatan kulit seperti ketiak, lipatan lutut, dan daerah sekitar alat reproduksi.
Cara Menjaga dan Memelihara Alat Reproduksi:
- Bersihkan alat reproduksi dengan air bersih. Air bersih dapat dikenali dengan melihat tanda- tanda berikut : Air tidak keruh (harus jernih) kekeruhan ditimbulkan oleh berbagai hal misalnya pencemaran air ataupun oleh zat - zat yang terlarut dalam air tersebut, Air tidak berbau (bau pada air ditimbulkan oleh berbagai hal seperti pembusukan bakteri atautercemar zat - zat lain), Air tidak berasa (air yang bersih tidak memiliki rasa, rasa ditimbulkan oleh bakteri atau zat lainnya yang terlarut dalam air tersebut)
- Gunakan sabun yang lembut. Bagi anak perempuan, cara membasuh yang benar adalah dari arah depan ke belakang. Hal ini akan mencegah masuknya kuman - kuman penyakit ke saluran reproduksi.
- Gantilah celana dalam (CD) sehabis mandi dan saat terasa gatal. Celana harus bersih dan kering (tidak lembab). Pilihlah celana dalam yang berbahan katun karena mudah menyerap keringat.
- Jika alat reproduksi terasa gatal, jangan digaruk terus menerus. Bersihkan dengan air hangat atau air bersih, kemudian dilap dengan handuk kering.
- Anak perempuan yang sedang menstruasi, pilihlah pembalut yang mudah menyerap dan lembut. Gantilah pembalut secara teratur setiap 4 jam sekali atau saat merasa tidak nyaman. Bersihkan alat reproduksi sebelum mengganti pembalut.
- Cucilah tangan sebelum dan sesudah buang air kecil dan besar. Kotoran sisa yang menempel setelah buang air besar atau kecil dapat menyebabkan iritasi dan infeksi.
- Hindari penggunaan sabun antiseptik untuk menghilangkan bau di sekitar alat reproduksi. Hal tersebut dapat membunuh "kuman baik" yang berfungsi menjaga kesehatan alat reproduksi. Apabila "kuman baik" mati, jamur dan kuman jahat akan berkembang biak dan menyebabkan penyakit.
- Apabila menggunakan toilet umum (WC), siramlah toilet sebelum digunakan. Hal ini untuk menjaga kebersihan dan mencegah penularan penyakit. Sebaiknya gunakan air mengalir, Hindari penggunaan air dari bak atau ember untuk menghindari kuman penyakit.
- Hindari penggunaan celana dalam (CD) yang ketat. Penggunaan Celana dalam yang ketat menyebabkan permukaan kulit alat reproduksi mudah lembab dan berkeringat sehingga mudah terkena jamur dan teriritasi.
- Hindari kebiasaan menahan buang air kecil. Kebiasaan ini dapat menyebabkan penyakit pada alat reproduksi.
- Hindari bertukar pakaian dalam dan handuk dnegan orang lain (Orang tua, kakak, adik, teman) karena berpotensi menularkan penyakit.
- Berolahraga secara teratur (pagi atau sore) dan minumlah air putih yang cukup (8 gelas per hari, karena 60% tubuh memerlukan cairan) untuk menjaga kebugaran tubuhmu.
- Hindari mengkonsumsi makanan dengan garam tinggi karena dapat menyebabkan perasaan tertekan yang akan berdampak negatif untuk alat reproduksi.
Alat reproduksi sangat sensitif. Jika kotor atau lembab, alat reproduksi mudah terkena penyakit. Oleh karena itu, kamu harus selalu menjaga agar alat reproduksi selalu bersih dan sehat.